Adalah aku
ketika rasa ini mulai ada dan dia belum menyadarinya,
Adalah ketika
dia cintaiku menyanjungku bak kekasih tapi aku terpana tak percaya.
Adalah dia
penyebab aku menitikan air mata tapi ku tetap berpihak padamu,
Adalah aku
ketika dia tak pedulikanku dan aku masih setia menantinya.
Adalah aku
ketika semua katakan buruk tentang dia dan aku tetap pada kata hatiku,
Adalah dia yang
sempat tinggalkan aku dan aku masih menerimanya.
Adalah ketika
dia mencintai orang lain dan aku tetap tersenyum padanya dan berkata akupun
bahagia....
#bohoong....
hanyalah aku
ketika mereka menyanjungku dan aku tetap tak pedulikan mereka karena dia,
hanyalah dia
yang membuat mereka tersingkir meski kata cinta mereka lebih mendalam dihati.
Hanyalah aku
ketika buta melihat cinta yang semu dan terus tak aku mengerti.
Hanyalah ketika
dia mengalahkan rasaku untuk mencintai orang lain dan cinta itu lebih
membalasnya.
Hanyalah mereka
ketika aku bersedih karena kecewaku padanya dan mereka menyemangatiku,
Hanyalah ketika
dia mendalamkan relung sakitku tapi dia tak semanis mereka menenangkan sakit di
hatiku.
Hanyalah ketika
aku bermimpi menjadi kekasih yang sesungguhnya sedang dia tertawa bahagia
bersama orang lain,
Hanyalah orang
lain dan mereka yang sama-sama mendamaikan hati kita dan kita tak angkat bicara
tentang ini.
Inilah yang
disayangkan ketika kesedihan dan kekecewaan menelanku dan aku bertahan tak
kuasa menghempas kemarahan.
Dia tak semudah
itu hilang dan berlalu
Ketika tak ada
secuil hidupnya hari inipun untuk menyapaku, sayang...
Hanya aku
membiarkan apa yang tertanam dihatiku disadari olehnya.
Perihal
sekarang atau nanti
Perlahan kata
maaf akan terucap mulai dari hati ke hati
Walaulah hanya
ketika merasa bersalah dan menyakiti tanpa berusaha mengembalikan senyum yang
pasti.
Mengertinya aku
akan hadirnya yang banggakan suasana hidup ini tak seperti tumbuhnya mawar
merah yang kemudian dipetik sang pangeran lalu dipersembahkan pada sang putri.
Mengertinya
ketika aku dan dia bertemu dan tak ada sedikitpun perasaan yang menyertai
pandangan kita berdua.
Mengertiah....
Waktu yang
telah membisikan nada-nada indah di kesakitan relung hatiku selama ini.
Hingga
sedikitpun tak membuatku sanggup berkata aku harus tinggalkan dia yang
menyimpan semua imajinasiku.
Aku hanya
menunggu cinta ini mati, setelah kesetiaanku
Tanpa aku harus
ikut mati bersamanya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar