Senin, 16 Februari 2015

Mungkin Cinta...



Adalah aku ketika rasa ini mulai ada dan dia belum menyadarinya,
Adalah ketika dia cintaiku menyanjungku bak kekasih tapi aku terpana tak percaya.

Adalah dia penyebab aku menitikan air mata tapi ku tetap berpihak padamu,
Adalah aku ketika dia tak pedulikanku dan aku masih setia menantinya.

Adalah aku ketika semua katakan buruk tentang dia dan aku tetap pada kata hatiku,
Adalah dia yang sempat tinggalkan aku dan aku masih menerimanya.

Adalah ketika dia mencintai orang lain dan aku tetap tersenyum padanya dan berkata akupun bahagia....
#bohoong....

hanyalah aku ketika mereka menyanjungku dan aku tetap tak pedulikan mereka karena dia,
hanyalah dia yang membuat mereka tersingkir meski kata cinta mereka lebih mendalam dihati.

Hanyalah aku ketika buta melihat cinta yang semu dan terus tak aku mengerti.
Hanyalah ketika dia mengalahkan rasaku untuk mencintai orang lain dan cinta itu lebih membalasnya.

Hanyalah mereka ketika aku bersedih karena kecewaku padanya dan mereka menyemangatiku,
Hanyalah ketika dia mendalamkan relung sakitku tapi dia tak semanis mereka menenangkan sakit di hatiku.

Hanyalah ketika aku bermimpi menjadi kekasih yang sesungguhnya sedang dia tertawa bahagia bersama orang lain,
Hanyalah orang lain dan mereka yang sama-sama mendamaikan hati kita dan kita tak angkat bicara tentang ini.

Inilah yang disayangkan ketika kesedihan dan kekecewaan menelanku dan aku bertahan tak kuasa menghempas kemarahan.
Dia tak semudah itu hilang dan berlalu
Ketika tak ada secuil hidupnya hari inipun untuk menyapaku, sayang...
Hanya aku membiarkan apa yang tertanam dihatiku disadari olehnya.

Perihal sekarang atau nanti
Perlahan kata maaf  akan terucap mulai dari hati ke hati
Walaulah hanya ketika merasa bersalah dan menyakiti tanpa berusaha mengembalikan senyum yang pasti.

Mengertinya aku akan hadirnya yang banggakan suasana hidup ini tak seperti tumbuhnya mawar merah yang kemudian dipetik sang pangeran lalu dipersembahkan pada sang putri.
Mengertinya ketika aku dan dia bertemu dan tak ada sedikitpun perasaan yang menyertai pandangan kita berdua.
Mengertiah....
Waktu yang telah membisikan nada-nada indah di kesakitan relung hatiku selama ini.
Hingga sedikitpun tak membuatku sanggup berkata aku harus tinggalkan dia yang menyimpan semua imajinasiku.

Aku hanya menunggu cinta ini mati, setelah kesetiaanku
Tanpa aku harus ikut mati bersamanya.

Minggu, 15 Februari 2015

04 Juli 2012 Love You Mom



Rasanya Seperti kehilangan sesuatu yang amat sangat luar biasa tersa menakutkan untuk menjalani hari-hariku dimasa yang akan datang,,,, entah aku harus bagaimana menghadapi hari-hariku sekarang... mungkinkah aku bisa seperti dulu????  sesuatu yang sangat besar membebaniku...

Ku harus bisa melewati ini semua,,, bisa,,,!!!! Walaupun aku harus sekuat tenaga melawan rasa kepedihan ini... yang sebenernya sangat sulit ku hadapi.... tuhan.. bantu aku mengikhlaskan semua ini... ini bukanlah untuk berlarut-larut dalam kepedihan,, namun ini adalah langkah baru bagiku untuk memulai dari awal,,, benar-benar ku tak menyangka akan secepat ini,,, rasanya bagaikan mimpi,,, tapi ku tersadar akan keadaan disekelilingku,,,,

kadang sepi menghujaniku,,, saat aku ingin sekali berbagi cerita kepadaMu ibu,,,, namun kutak lagi bisa lakukan itu,,,